RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 28 MARET 2026

ALAM PUN BERDUKA

Matius 27:11-54

“ Salam sejahtera dan kasih karunia dari Tuhan Yesus ada pada saudara sekalia “

Pada minggu ini, gereja merayakan dua perayaan sekaligus, yaitu Minggu Palma (atau Palmarum) dan Minggu Sengsara. Keduanya dapat dilihat sebagai satu kesatuan yang terhubung satu dengan yang lain. Minggu Palma menggelorakan semangat kegembiraan. Dalam kegembiraan itu, ada bagian dari alam semesta yang dilibatkan. Di antaranya daun-daun ranting (Mat. 21:8). Daun-daun itu dipahami sebagai daun palma (atau palem). Dalam budaya Yahudi, palma melambangkan kemenangan, kejayaan, dan kedamaian. Ketika bangsa Israel merayakan kemenangan, mereka sering menggunakan daun palma sebagai simbol sukacita. Dengan melambai-lambaikan daun palma, orang-orang Yerusalem mengakui Yesus sebagai Raja dan Mesias yang dijanjikan. Selain itu terdapat juga keledai betina dan anaknya. Keledai adalah kendaraan pengangkut beban. Tentara yang berperang akan menaiki kuda, yang cepat dan kuat. Keledai tidak terlalu diperhatikan orang-orang yang menyambut Yesus. Namun, ketika harapan mereka tidak terwujud, sambutan itu berubah menjadi dakwaan. Dari seorang yang dianggap raja menjadi pesakitan yang menerima teriakan : “Ia harus disalibkan…!”

Derita pun harus dilewati Yesus. Inilah yang dirayakan di Minggu Sengsara. Dalam derita Yesus, semesta dicatat juga turut berduka. Catatan tentang kegelapan dan gempa menunjukkan duka semesta (Mat. 27:45, 51). Dalam Injil Matius, peristiwa-peristiwa yang dilalui Yesus mendapatkan rujukannya dalam Perjanjian Lama. Dengan mengutip Perjanjian Lama, penulis Matius hendak menegaskan bahwa Yesus benarlah Mesias, Sang Penyelamat yang telah lama dijanjikan. Pemberitaan dengan memakai rujukan seperti ini penting bagi orang-orang Yahudi. Injil Matius memang sangat berwarna Yahudi dan ditujukan bagi orang-orang yang berlatar belakang Yahudi. Orang Yahudi membutuhkan bukti, apakah Yesus memang Mesias yang dijanjikan. Bukti itu disampaikan penginjil Matius, sesuai dengan cara berpikir orang Yahudi.

Menghayati Minggu Palma dan Minggu Sengsara, umat Tuhan diajak untuk melihat janji-janji tentang kehadiran Mesias ter genapi dalam diri Yesus Kristus. Mesias tidak hanya berkarya untuk manusia tetapi juga untuk alam semesta. Renungan ini menegaskan bahwa dalam diri Yesus apa yang dijanjikan Allah terpenuhi. Allah setia pada janji-Nya dan memberikan sesuai dengan waktu-Nya. Kesetiaan Allah kepada kita seharusnya mendorong kita juga setia kepada-Nya. Dalam memenuhi janji-Nya, alam semesta turut terlibat. Kegelapan yang menutupi bumi dan juga gempa adalah contohnya. Catatan ini menunjukkan bahwa karya keselamatan tidak hanya ditujukan bagi manusia tetapi juga bagi alam semesta. Keterlibatan kita sebagai wujud iman kepada Yesus membuat alam tak lagi berduka. A M I E N. [mpp2026]