TRINITAS TAK TERBATAS
(Minggu Trinitas)
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:18-20)
“ Salam sejahtera, damai dan kasih karunia Tuhan Yesus ada pada saudara sekalian “
Dari waktu ke waktu, Trinitas menjadi salah satu pokok yang paling sulit untuk dijelaskan secara gamblang. Banyak teolog telah merumuskan pemahamannya dan para pendeta berusaha keras menerangkannya kepada umat. Namun tak bisa dipungkiri, tidak mudah merumuskannya dengan gamblang. Mengapa? Karena Trinitas berbicara tentang hakikat dari Yang Ilahi, yang tentu saja tidak terjangkau oleh akal budi manusia. Trinitas bukanlah konsep yang dibuat oleh manusia, Allah sendiri menyatakan diri-Nya sebagai kesatuan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Mau – tidak mau, suka – tidak suka, pengajaran tentang Trinitas tidak bisa dihilangkan atau disembunyikan. Trinitas harus diwartakan baik dulu, sekarang dan selama-lamanya.
Bacaan injil Matius 28:16-20 ini, merekam perjumpaan terakhir para murid dengan Tuhan Yesus menjelang kenaikan-Nya ke surga. Mari kita perhatikan beberapa catatan penting dari Matius. Ayat 17 menyebutkan, “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu”. Mereka di sini menunjuk pada sebelas murid (lihat ayat 16). Belum pernah diberitakan sebelumnya bahwa para murid menyembah Yesus. Sikap menyembah ini bisa dimaknai sebagai pengakuan para murid akan keilahian Yesus Kristus. Pada akhirnya para murid menyadari siapa Yesus sebenarnya, Ia bukan hanya guru spiritual atau sebatas nabi, Ia adalah Tuhan yang layak untuk disembah.
Menanggapi keraguan beberapa orang saat itu, Yesus mendekati mereka, dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi” (ayat 18). Pernyataan ini menegaskan kedudukan-Nya sebagai Penguasa langit (surga) dan bumi. Ia mengutus para murid, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (ayat 19-20).Tuhan Yesus menghendaki agar semua bangsa menjadi murid-Nya, dengan jalan:
1)Membaptiskan mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Hal ini menekankan bahwa Yesus tidaklah berdiri sendiri sebagai pihak di luar Bapa dan Roh Kudus. Yesus menunjukkan kesatuan yang tak terpisahkan antara diri-Nya dengan Bapa dan Roh Kudus. Percaya kepada Yesus berarti percaya kepada Bapa yang menyatakan diri dalam Roh (Roh Kudus) dan Firman-Nya (Yesus). 2) Mengajarkan kepada mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan Tuhan Yesus. Untuk melakukan tugas panggilan ini, Tuhan Yesus memberikan jaminan bahwa Ia akan menyertai para murid sampai akhir zaman.
Ajaran Trinitas bukan sekedar konsep manusia dan dogma yang diajarkan gereja. Trinitas adalah kebenaran yang dinyatakan dalam Kitab Suci. Karena itu penting bagi setiap orang percaya untuk memahami makna Trinitas, karya-Nya yang tak terbatas dan panggilan-Nya atas manusia.AMIEN. [mpp-2026].