RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 18 OKTOBER 2026

MENGHADAP ALLAH, MENEGAKKAN ALTAR KELUARGA

(Bulan Keluarga – Mgg ke-3)

Matius 22:15-22

ay.21  Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

“ Salam Sejahtera, kasih dan kemurahan dari Tuhan Yesus bagi seluruh keluarga “

Altar keluarga adalah waktu khusus yang disediakan oleh keluarga untuk beribadah dengan berdoa, memuji Tuhan dan mendengarkan firman Tuhan.  Ibadah keluarga adalah praktik pembinaan iman yang sangat penting bagi orang-orang percaya. Dalam gereja perdana orang-orang percaya berkumpul di rumah-rumah secara bergilir untuk memecah-mecah roti dan makan bersama dengan gembira (bdk. Kis.2:46). Pada masa reformasi ibadah keluarga tetap dilestarikan, sebagai contoh Martin Luther menetapkan pelaksanaan dua kali ibadah harian bagi keluarga, yaitu ibadah pagi dengan pembacaan Firman dari Perjanjian Lama dan Ibadah petang dengan pembacaan firman dari Perjanjian Baru. Tradisi ini harus diteruskan oleh gereja dari zaman ke zaman, sebagai upaya untuk membangun iman keluarga, sehingga setiap anggota keluarga memiliki fondasi iman yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Namun sungguh di sayangkan, sekarang ini tradisi ibadah keluarga semakin luntur, banyak keluarga Kristen yang tidak lagi melaksanakan ibadah keluarga padahal tantangan zaman yang dihadapi semakin berat. Oleh karena itu altar keluarga perlu ditegakkan kembali agar perjumpaan dengan Allah melalui ibadah keluarga menjadi sumber kekuatan iman bagi seluruh anggota keluarga.

Bacaan Injil ini mengkisahkan bahwa orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus dengan sebuah pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian untuk bertanya kepada Yesus, apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar? mereka mencoba menjebak Yesus dengan mempertentangkan kewajiban kepada negara dengan kewajiban kepada Allah, tetapi Yesus tidak mengikuti paradigma berpikir yang demikian sebab bagi Yesus dua kewajiban itu dapat dilaksanakan bersama-sama dengan menjaga keseimbangan keduanya. Pelaksanaan kewajiban kepada Kaisar tidak boleh mengganggu atau meniadakan kewajiban kepada Allah. Demikan pula segala bentuk kewajiban kita hidup bertanggung jawab atas keluarga kita, tidak boleh menjadikan panggilan dan kewajiban kita juga untuk senantiasa menjaga ibadah kita kepada Tuhan bersama keluarga. Terlebih ibadah yang dilakukan dalam kebersamaan antar sesama anggota keluarga.

Setiap keluarga Kristen perlu menegakkan altar keluarga dengan menyelenggarakan ibadah keluarga sebab melalui perjumpaan dengan Allah di dalam ibadah keluarga memberi dampak baik berupa : (1) keluarga dapat menegaskan penyertaan Allah di dalam perjalanan hidup, (2) keluarga dapat bertumbuh dalam iman pengharapan dan kasih, dan (3) keluarga terdorong untuk mengingat serta memprioritaskan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah, tanpa harus tergerus oleh tuntutan kewajiban kita terhadap keperluan-keperluan hidup di dunia ini. Hidupkan dan tegakkan kembali Altar Keluarga kita, berkat dan pemeliharaan dari Tuhan sedia menanti. AMIEN. [Khotjang Sinode GKJ – Okt 2026].

Scroll to Top