RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 19 JULI 2026

KEDAULATAN ALLAH DAN HARAPAN AKAN KERAJAAN-NYA

Matius 13: 24-30, 36-43

Ay 30:  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

“ Salam sejahtera, kasih dan berkat dari Tuhan Yesus bagi saudara sekalian “

Berdaulat berarti memiliki kekuasaan tertinggi, sekaligus mandiri dalam hal apa pun. Ini berarti ia (seorang yang dikatakan berdaulat) mempunyai hak penuh untuk mengatur dirinya sendiri, tanpa campur tangan dari siapa/mana pun. Kedaulatan Tuhan merupakan sebuah kemestian dalam hidup manusia. Maka Ia mempunyai wenang apapun terhadap kehidupan setiap umatNya. Bahkan terhadap setiap hal yang dikerjakan oleh manusia, yang adalah ciptaan Allah sendiri. Kedaulatan Allah itulah yang pada akhirnya mengatur perjalanan kehidupan umat kepunyaanNya sendiri. Untuk itu, sebagai umat kita diajak untuk mengakui dan menghidupi kedaulatan Allah tersebut dalam laku kehidupan nyata. Kedaulatan Allah menumbuhkan pengharapan bagi umat-Nya. Hanya dengan pengharapan itulah, setiap umat diantarkan untuk mantap menatap masa depan yang penuh misteri. Ketekunan merupakan kunci tercapainya segala pengharapan tersebut.

Dalam perikop ini, Yesus digambarkan sebagai Penabur “benih yang baik” (Ayat 37). Layaknya seorang penabur benih (Petani), selain hama dan gulma, tentu ada gangguan lain pada saat mulai musim tanam. Gangguan tersebut bisa datang dari seseorang yang tidak suka dengan keberhasilan – setiap – panennya, namun bisa jadi karena “iseng” aja.  “Hal baik akan dimunculkan oleh orang baik juga.” Meski ada peluang untuk berbuat tidak baik, namun ia pasti menukasnya dengan kebiasaannya untuk berbuat baik. Di sinilah ketekunan diuji. Sejauh mana seorang penabur benih sabar untuk menunggu benih-benih yang ditaburnya tumbuh dan berkembang, yang akhirnya berbulir buah.

Tanpa Tuhan yang berdaulat, tidak mungkin ada pengharapan dalam kehidupan umat. Dalam hal ini, kedaulatan Tuhan merupakan hal penting dalam rangkaian kehidupan umat. Untuk itu, marilah senantiasa meyakini kedaulatan Tuhan dalam kehidupan ini. Supaya pengharapan akan terus ada dalam hidup setiap umatNya.AMIEN. [Khotjang GKJ-Juli 2026]. ==SP==

Scroll to Top