DENGARKANLAH DIA
Bacaan: Lukas 9:28-43a
“Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: ‘Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!'” (Lukas 9:35)
“ Salam sejahtera, kasih karunia darai Alah Bapa, Putera, & Roh Kudus ada pada saudara sekalian “
Peristiwa Transfigurasi Yesus di atas gunung adalah momen luar biasa yang menyatakan kemuliaan Kristus kepada para murid-Nya. Yesus berubah rupa, wajah-Nya bersinar, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilauan. Musa dan Elia pun hadir, berbicara dengan-Nya. Di tengah peristiwa itu, terdengar suara Bapa dari surga: “Dengarkanlah Dia!” Sebuah perintah yang sederhana tetapi sangat mendalam.
Dengarkanlah Dia di Tengah Hiruk Pikuk Dunia. Dunia saat ini penuh dengan suara-suara yang bersaing untuk mendapatkan perhatian kita. Suara media sosial, berita, opini publik, dan tuntutan hidup seringkali lebih dominan dalam keseharian kita. Di tengah semua ini, masihkah kita memberi ruang untuk mendengar suara Tuhan?
Suatu kali, seorang anak laki-laki bernama Beni mengalami kegelisahan karena tekanan akademik dan ekspektasi orang tua. Ia merasa terbebani dan kehilangan arah. Suatu hari, dalam kebaktian remaja, ia mendengar ayat dari Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Kata-kata Yesus itu begitu mengena di hatinya. Ia mulai meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan. Perlahan, ketakutannya digantikan oleh damai sejahtera. Ia belajar untuk mendengar dan mengikuti suara Tuhan yang membimbingnya.
Dengarkanlah Dia, Bukan Hanya dengan Telinga, tetapi dengan Hati. Mendengar bukan sekadar menerima informasi, tetapi juga merenungkan dan menaati. Banyak orang mendengar Firman Tuhan setiap minggu di gereja, tetapi apakah mereka benar-benar mendengarkan dengan hati yang siap berubah? Yesus berkata dalam Yohanes 10:27, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Mendengarkan Yesus berarti mengikuti-Nya dengan setia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kisah setelah peristiwa transfigurasi, ada seorang ayah yang membawa anaknya yang kerasukan roh jahat kepada Yesus. Murid-murid tidak mampu menolongnya, tetapi Yesus, dengan otoritas-Nya, mengusir roh jahat itu. Ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan nyata bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya dan mendengarkan-Nya.
Bagaimana Kita Bisa Mendengarkan Yesus Hari Ini? Pertama: Meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Jangan biarkan kesibukan dunia menggeser prioritas kita untuk bertumbuh dalam iman. Kedua: Berdoa dengan hati yang terbuka. Komunikasi dengan Tuhan bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga mendengar apa yang Dia kehendaki dalam hidup kita. Ketiga: Mentaati perintah-Nya. Mendengar tanpa melakukan adalah sia-sia (Yakobus 1:22). Biarkan Firman Tuhan mengubah cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak. Transfigurasi Yesus mengingatkan kita bahwa kemuliaan sejati ada dalam ketaatan kepada-Nya. Suara Bapa masih bergema hingga saat ini: “Dengarkanlah Dia!” Apakah kita siap untuk benar-benar mendengar dan menaati-Nya dalam kehidupan kita? A M I E N.
Doa: “Tuhan, di tengah hiruk-pikuk dunia ini, ajarilah kami untuk mendengar suara-Mu. Berikan kami hati yang peka dan taat, agar kami tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku Firman-Mu. Amin.