DITEBAR DAN BERSINAR
“ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)
“ Salam sejahtera didalam Kasih Tuhan Yesus Kristus …”
Manusia memiliki kecenderungan memilih sesuatu yang bersifat popular dan massif. Gaya hidup masyarakat seringkali dibentuk oleh narasi-narasi yang bersifat kuantitatif. Jika sesuatu menjadi trending topics maka banyak orang berbondong bondong. Namun jika ada hal baru yang menjadi trending topics, maka yang lama akan ditinggalkan. Keadaan seperti ini membuat orang yang memilih berbeda dengan pilihan banyak orang seringkali menjadi terasing dan terancam. Tidak jarang orang kemudian memutuskan untuk mengikuti jalan orang banyak.
Betapa sulitnya menjadi seorang pembeda di tengah kehidupan yang sama dan seragam. Pembeda di sini bukan sekedar ‘asal berbeda’ saja, tetapi pembeda yang membawa pembaharuan dan pemulihan kehidupan. Kekristenan dapat dikatakan sebagai komunitas yang khas dan berbeda dengan dunia. Hal ini diperkuat oleh ajaran Yesus yang menyebutkan identitas ‘garam dan terang’ bagi orang orang yang mengikutiNya. Identitas ini bukan sekedar pembeda saja. Penekanan ada pada fungsi dan tujuan dari garam dan terang itu sendiri. Dengan demikian setiap orang percaya diutus Tuhan hidup di tengah dunia untuk membawa perubahan dan pemulihan. Hidup di tengah dunia bukan menjadi sama dan serupa dengan dunia, melainkan menjadi pembeda yang menghadirkan kasih dan rahmat Allah.
Teks ini merupakan bagian dari pengajaran Yesus di atas bukit yang ditujukan kepada orang banyak yang berbondong bondong mengikutiNya. Ajaran Yesus di atas bukit ini menjadi ‘pembeda’ di tengah pengajaran-pengajaran yang disampaikan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi saat itu. Di ayat 20, Yesus memberi ukuran baru dalam hal kehidupan agama bagi para pendengarNya.
Di setiap bagian pengajaranNya, Yesus selalu mengucapkan : “Kamu telah mendengar firman …. Tetapi Aku berkata kepadamu..” (lihat Matius 5:21-22; 27-28, dst). Hal ini cukup memperlihatkan perbedaan antara ajaran Yesus dengan kaum agamawan Yahudi. Perbedaan lain terlihat dalam penyebutan garam dan terang dunia kepada para pendengarNya. Menjadi terang berarti memiliki hidup yang berbeda dan mencolok di tengah kegelapan. Karakter terang begitu kuat dan membawa perubahan di tengah kegelapan. Oleh karena itu, Yesus meminta agar terang sebagai identitas para pendengarNya itu tidak disembunyikan. Ia harus terlihat dan terpancar di tengah kehidupan yang gelap sekalipun. Hal ini berarti sikap hidup para pengikut Yesus harus saling mendukung dan melengkapi dalam mengerjakan misi untuk menghadirkan terang di tengah kehidupan. Bukan sekedar kota yang terlihat bersinar mencolok saja, tetapi juga kota yang menampilkan suasana yang penuh kedamaian dan ketenangan. AMIEN.[sp].