RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 16 MARET 2025

MERENGKUH SALIB SANG KRISTUS

( Lukas 13:31-32)  31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” 32  Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

“ Salam kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian “

              Dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem, Yesus menghadapi peringatan dari orang-orang Farisi yang berkata, “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” (Lukas 13:31). Namun, Yesus tidak gentar. Ia tahu bahwa salib menanti-Nya, tetapi Ia tetap melangkah dengan ketetapan hati, karena kasih-Nya bagi umat manusia lebih besar daripada ancaman maut.

              Ketika membaca kisah ini, kita diingatkan bahwa perjalanan iman bukanlah jalan yang selalu mulus. Ada tantangan, ada penderitaan, bahkan ada salib yang harus kita pikul. Namun, seperti Yesus yang tetap teguh, kita pun diajak untuk merengkuh salib dengan kesadaran bahwa dalam setiap penderitaan ada kasih dan rencana Allah yang lebih besar.Yesus meratap atas Yerusalem yang menolak-Nya, seraya berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” (Lukas 13:34). Ini menunjukkan betapa besar kasih Kristus—meskipun ditolak, dikhianati, dan disalibkan, Dia tetap mengasihi.

              Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengikuti jejak-Nya. Tidak selalu mudah, terkadang kita harus mengorbankan kenyamanan, melepaskan ego, bahkan menghadapi penderitaan karena iman kita. Tetapi, kita punya pengharapan: salib bukanlah akhir, melainkan awal dari kemenangan. Yesus berkata, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38). Saat kita menghadapi tantangan hidup, mari kita belajar merengkuh salib kita dengan iman, bukan dengan keluhan. Percayalah, di balik setiap penderitaan, ada kemuliaan yang menanti. “Salib bukan beban yang menghancurkan, tetapi jembatan menuju kasih dan kemenangan Kristus.” 

A M I E N.