RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 14 DESEMBER 2025

IMAN selalu PUNYA PERTANYAAN

Tema Masa Adven Natal 2025: “Lawatan Allah yang mengenyahkan Ketakutan”, mengajukan pertanyaan iman yang tepat adalah sebuah hal yang penting. Iman akan bertumbuh semakin kuat dalam diri seseorang bukan saja karena ia hidup dengan jawaban-jawaban pasti, namun juga saat menemukan pertanyaan-pertanyaan iman. Dengan bertanya pada Tuhan, seseorang semakin mengalami perjumpaan dengan Allah. Hidupnya semakin dikuatkan dalam melewati aneka peristiwa hidup yang mendatangkan ketakutan. Bertanya dan menantikan jawaban dari Allah mendatangkan kesukacitaan karena merasakan kehadiran kasih Allah yang setia.

Sukacita menjadi hakikat penting dalam minggu ketiga masa Adven. Minggi Adven III ini disebut sebagai Minggu Gaudete. “Gaudete” adalah bahasa Latin yang berarti “bersukacitalah“. Minggu ini menandai dan mengingatkan umat Kristiani untuk bersukacita dalam penantian akan kedatangan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Warna liturgi yang digunakan pada Minggu Gaudete adalah merah muda atau merah jambu. Warna tersebut melambangkan sukacita yang kuat. Meskipun sukacita masa Adven masih berlangsung dengan nuansa pertobatan sebagai perjalanan iman yang semakin mendalam. Dalam merayakan sukacita penantian ini, pertanyaan iman dan respons kasih karunia Allah melalui firman-firman-Nya menjadi sebuah peristiwa iman yang penting untuk terus dialami. Masa Adven menjadi tahun liturgi yang penting karena menandai hidup setiap kita dengan kesadaran akan penantian. Masa Adven merupakan awal tahun liturgi gerejawi dan akan diakhiri dengan minggu Kristus Raja. Dalam iman pada Kristus dihayati bahwa hidup ini adalah penantian, karena itu hidup harus memiliki arah yang jelas, bukan dijalani dengan sembarangan. Apabila tujuan yang dituju tidak jelas atau kabur, kita perlu bertanya agar tidak sesat di jalan.

Banyak orang dalam hidup malu bertanya, karena dengan bertanya akan dilihat sebagai sikap orang yang tidak pintar. Padahal bagian penting dari belajar adalah bertanya, bukan hanya menjawab. Demikian juga dalam hidup beriman.Bertanya adalah sebuah perjalanan relasi yang tidak pernah berhenti atau ‘mandeg’. Pertanyaan iman akan selalu ada dalam bingkai hidup beriman setiap orang yang percaya akan Allah.

Penantian akan Tuhan Yesus Kristus tentu memunculkan banyak pertanyaan iman. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membawa kita kepada jawaban Allah yang sungguh mengasihi kita dan akan memberkati kehidupan kita. Penantian dalam hidup beriman mau bermakna bahwa pertumbuhan bukan ke-‘mandeg’an. Hidup seperti benih yang jatuh di tanah, lalu tumbuh. Pertumbuhan senantiasa membutuhkan perjuangan. Seperti tanah yang jatuh ke tanah, ia berjuang untuk mengakar kuat, tumbuh tinggi dan besar lalu berbuah manis. Karena bertumbuh itu perjuangan, Yakobus menandakan bahwa hidup beriman membutuhkan sikap sabar. Iman bukan soal pemahaman dogmatis yang ‘mandeg’ dan sempurna jadi, namun justru menjadi gerak pengenalan akan Allah dalam perjumpaan (encounter) yang menggugah dan menguatkan secara terus menerus. Jangan ragu membuat pertanyaan iman kepada Allah, seperti seorang anak yang bertanya kepada orang tuanya. Jawaban yang diberi orang tua buat anaknya tidak selalu dalam bentuk konsep pemahaman, tetapi kadang jawaban itu dalam bentuk pengalaman yang mendewasakan, sehingga  pengenalan seorang anak akan kasih orang tuanya semakin bertambah. Demikianlah Allah membangun relasi dengan kita melalui semua peristiwa di masa penantian kita. Bersukacitalah dan bertanyalah dengan iman.  AMIEN.[sp]