KELAHIRAN MEMBAWA KEHIDUPAN
( Yohanes 1:12-13) 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
“SELAMAT TAHUN BARU 2026 & Salam sejahtera bagi jemaat sekalian”
Kelahiran Yesus membawa pengharapan baru bagi dunia. Semua yang percaya kepada-Nya dijadikan sebagai anak-anak Allah. Yohanes 1:12-13 menyebutkan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah. Mereka menjadi anak-anak Allah bukan dari darah atau hasrat manusia, melainkan dari Allah. Ia datang untuk memulihkan kehidupan manusia. Melalui tema “Kelahiran Membawa Kehidupan”, umat diajak untuk menghayati bahwa kelahiran Yesus menjadi sebuah pengharapan dalam pasang surut kehidupan ini. Melalui ibadah di Minggu kedua setelah Natal ini, setiap orang percaya diajak untuk “lahir” sebagai manusia baru. Dengan percaya dan terus berpegang pada Sang Kristus, umat akan mendapatkan pemulihan dari rasa takut dan gelisah dalam menjalani kehidupan ini. Umat diajak untuk terus berpegang pada Kristus dalam setiap peziarahan hidupnya.
Perikop ini merupakan pernyataan mendalam tentang inkarnasi Tuhan. Bacaan leksionari setelah hari natal ini mengajak umat merenungkan bahwa relasi manusia dengan Tuhan menjadi sesuatu yang penting dalam kehidupan ini. Tidak hanya manusia dengan Sang Pencipta, namun juga dengan seluruh ciptaan-Nya. Yohanes 1:12-13 menyebutkan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah. Mereka menjadi anak-anak Allah bukan dari darah atau hasrat manusia, melainkan dari Allah.
Diperanakkan dari Allah berarti menjadi serupa dengan Allah, dengan karakter, kasih dan kemuliaan-Nya. Dari teks ini diketahui bahwa sebagai anak Allah, seseorang perlu menerima dan percaya pada Kristus. Dalam bacaan ini, kata “percaya” (yun. pisteuo) berarti menunjukkan: tindakan yang berkesinambungan supaya seseorang dapat menerima iman sejati. Jika seseorang menerima Kristus, maka ia dilahirkan kembali menjadi anak Allah. Kuasa yang Allah berikan karena seseorang dapat menerima Sang Firman.
Melalui peristiwa kelahiran Yesus, jemaat diajak untuk dapat menghayati bahwa kelahiran Yesus menjadi awal mula pemulihan manusia. Dipulihkan dari dosa, dipulihkan dari relasi yang rusak antara manusia dengan Allah, juga relasi antar sesama manusia. Kelahiran Yesus juga menjadi sebuah lambang bahwa manusia pun turut “lahir” menjadi manusia baru, yang telah dipulihkan. Setelah manusia “lahir baru”, maka akan dapat mewujudnyatakan kasih Kristus pada sesama dan mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. AMIEN. [sp].