MELIHAT WAJAH KRISTUS DALAM KARYA CIPTAAN
( Lukas 24:30-32) 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
“ Salam sejahtera, kasih dan damai dari Tuhan Yesus bagi saudara sekalian “
Banyak orang ingin melihat wajah Yesus secara nyata, tetapi justru sering tidak menyadari bahwa Yesus sebenarnya hadir dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang hidup dengan berbagai dinamika kehidupan – ada saat-saat penuh harapan, tetapi juga ada saat-saat penuh kekecewaan, kebingungan, bahkan penderitaan. Dalam segala dinamika itu, manusia kerap gagal menyadari bahwa Yesus yang bangkit hadir nyata dalam karya ciptaan.
Dalam minggu Paskah III ini, kita diajak untuk merenungkan tema “Melihat Wajah Kristus dalam Karya Ciptaan”. Hidup semena-mena terhadap karya ciptaan berarti tidak menyadari bahwa Yesus ada dalam ciptaan itu sendiri. Melalui bacaan Injil Lukas 24:13–35 menunjukkan bahwa Yesus menyertai perjalanan hidup kita dan dapat dikenali dalam hal-hal sederhana dari ciptaan, seperti perjumpaan, percakapan, dan pemecahan roti. Maka, di tengah segala dinamika kehidupan, kita diajak membuka mata iman untuk melihat wajah Yesus yang senantiasa hadir dalam karya ciptaan-Nya.
Dalam hal ini menegaskan sukacita atas keselamatan yang dinyatakan Tuhan, yang mencapai puncaknya dalam peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkitan bukan hanya bukti kemenangan Kristus atas maut, tetapi juga membawa harapan dan hidup baru bagi setiap orang percaya. Namun, anugerah kebangkitan ini sekaligus membawa tanggung jawab: yaitu kita dipanggil untuk hidup dalam syukur, pertobatan, dan kasih, supaya kita semakin peka untuk menyadari dan melihat wajah Yesus dalam setiap karya ciptaan. Jangan sampai kita tidak pernah merasa bahwa Yesus setiap hari hadir ditengah kehidupan ini, baik hadir dalam makna melawat, menjaga, dan memelihara hidup umatNya, maupun hadir dalam karya alam semesta. Dimana seluruh alam semesta ini diciptakan oleh Nya, maka kehadiran alam semesta bagi hidup manusia juga sebobot dengan kehadiran TUHAN sendiri dalam menjaga keutuhan hidup seluruh ciptaan. Kini ingat dan sadari, bahwa wajah Yesus juga bisa kita saksikan di setiap karya TUHAN atas seluruh alam semesta ini. Hargai, jaga dan peliharalah Alam semesta tempat kaki kita menapaki hidup sepanjang masa di Bumi ini. AMIEN. – [mpp2026].