BERJALAN BERSAMA TUHAN DENGAN PASTI
(Yohanes 3:5-7) 5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
“ Salam sejahtera, dan damai dari Tuhan Yesus ada pada saudara sekalian “
Minggu Pra-Paskah berjalan selama 40 hari, dimulai sejak Rabu Abu sampai hari Minggu Paskah peristiwa Kebangkita Tuhan Yesus. Perjalanan 40 hari in disis dengan perjalanan spiritualitas sebagai umat Tuhan ditengah dunia yang keadaannya serba tidak pasti. Maka umat Tuhan diajak untuk senantiasa berlaku bertobat, membersihkan diri dari dosa dan memperdalam hubungan dengan Tuhan melalui doa, puasa atau pantang, maupun memperbanyak tindakan kasih.
Bagaimana cara memperbanyak tindakan kasih khususnya dalam rangka “Memperbarui Ciptaan Tuhan” di dunia ini? Langkah awal menghadapi ketidakpastian ini adalah hidup berjalan bersama Tuhan dengan pasti. Inilah modal dasar yang akan menghantar setiap umat Tuhan untuk menjalani suka-duka kehidupan di masa kini dan nanti. Bacaan Injil kali ini mengkisahkan perjumpaan dan percakapan Nikodemus seorang Farisi dengan Yesus pada waktu malam hari. Sebagai seorang Farisi dengan segala reputasi dan kompetensinya, tentunya Nikodemus sudah tahu bagaimana cara memperoleh hidup yang kekal. Namunsangat mengheran, ternyata Nikodemus belum mengetahuinya, sehingga dia bertanya kepada Yesus. Tampaknya Nikodemus datang kepada Yesus dengan yakin dan penuh kepastian, dengan pertanyaan : “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah, sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Namun Yesus memberi jawaban seakan sedang mengkoreksi kepastiann Nikodemus itu: dengan jawaban,: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.” Ini berarti, pengenalan Nikodemus terhadap Allah tidak utuh. Ia perlu belajar lagi melalui Yesus, bahwa ada hal yang belum Nikodemus lakukan yaitu dilahirkan kembali. Dilahirkan kembali tentu bukan kelahiran secara biologis atau secara fisik, melainkan kelahiran baru dari roh dan hati.
Hidup dalam kepastian terjadi bukan karena kita mengalami yang baik saja dalam hidup. Seperti Nikodemus yang penuh tanda tanya untuk memperoleh keselamatan menyediakan dirinya berjalan bersama Tuhan dengan mengalami proses lahir baru dari hati. Dengan demikian ia mengalami spiritualitas yang hidup. Itulah kunci hidup, sekalipun dalam dunia ini banyak ketidakpastian kerap dialami. AMIEN. [sp]