RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 05 JULI 2026

MENDAPAT KELEGAAN DAN BERJALAN SATU TUJUAN BERSAMA TUHAN

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

( Matius 11:29,30).

“ Salam sejahtera…Kasih karunia dari Tuhan Yesus ada pada saudara sekalian “

Sepanjang hidup manusia sejatinya mengisahkan perjuangan yang tidak pernah berakhir. Kebahagiaan dan kesuksesan tidak ada yang bertahan selamanya. Justru perjalanan hidup manusia Senantiasa diiringi kegagalan dan penyesalan. Sehingga membawa hidup dalam kelelahan dan ketersesatan yang tidak terpulihkan. Persoalan dasarnya adalah kondisi manusia itu sendiri. Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia terbelenggu beban berat. Usaha mereka kembali kepada Allah dan kebenaran-Nya sungguh membuat letih dan lemah. Sebab, orang mungkin tahu apa yang benar, tetapi mereka tidak mampu melakukan yang benar. Orang mungkin tahu apa yang baik, tetapi mereka justru berbuat yang tidak baik. Usaha untuk kembali kepadaNya terasa sangat panjang, melelahkan dan berujung pada kesia-siaan.

Tanggapan Yesus terhadap mereka yang tidak percaya kepada-Nya semakin keras. Jika sebelumnya Ia hanya memperingatkan, kini Yesus mengecam dengan keras bahkan mengutuk. Mengapa? Sebab mukjizat-mukjizat sudah banyak dinyatakan di hadapan mereka (ayat 20-24). Namun itu tidak memuaskan dan menuntun mereka percaya kepada Yesus, namun sebaliknya justru menggunakan ukuran tuntutan mereka untuk menilai dan kemudian menolak Yesus. Sedangkan terhadap mereka yang percaya kepada-Nya, Yesus menaikkan syukur-Nya kepada Allah.

Mengapa? Yesus ingin menegaskan kepada setiap orang percaya bahwa jika mereka dapat percaya kepada Yesus bukan karena lebih bijaksana dan suci di hadapan Allah, namun ada tiga hal yang memampukan dan memungkinkan mereka percaya. Pertama, Allah sendiri yang menyatakan makna mukjizat Yesus, kemesiasan Yesus Kristus, dan makna pengajaran Yesus kepada orang kecil yaitu orang-orang yang dengan rendah hati dan terbuka menerima penyataan Allah (ayat 25-26). Kedua, peran Yesus dalam pewahyuan Allah. Wahyu khusus Allah tidak dapat secara langsung dinyatakan kepada manusia karena dosa. Manusia membutuhkan perantara yang menjembatani antara dirinya dengan Allah. Allah menyatakannya didalam Yesus Kristus (ayat 27). Seluruh wahyu khusus Allah yang dinyatakan kepada manusia ada di dalam-Nya. Karena Yesus, manusia dimungkinkan untuk mengenal Allah. Ketiga, undangan lemah-lembut dari Yesus sendiri (ayat 28-30). Yesus tidak hanya menjadi perantara namun Ia sendiri yang memanggil orang-orang untuk percaya kepada-Nya. Ia tidak menawarkan beban tapi menawarkan ketenangan bagi jiwa.

Zaman modern menuntut manusia untuk melakukan banyak hal (multitasking). Di satu sisi, manusia dilelahkan dengan godaan pencapaian duniawi yang tidak ada habisnya. Di sisi lain, manusia justru manusia mengalami begitu banyak kegagalan dan penyesalan yang mengakibatkan kehilangan vitalitas hidup. Hal ini disebabkan manusia dikuasai oleh dosa, sehingga sekalipun tahu dan ingin melakukan apa yang benar, tetapi justru hal buruk dan salah yang dikejar. Allah yang penuh kasih tidak berdiam dan mengabaikan ketidakberdayaan manusia. Dalam Kristus, manusia menerima undangan Sang Juru Selamat, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku” (Matius 11:29a). Artinya kuk itu dipasang supaya kita dapat berjalan bersama Nya. Dengan kuk langkah kita seirama. Dengan kuk arah kita menjadi sama. Itulah yang Tuhan harapkan! Bukan membelenggu tetapi supaya dapat memiliki arah dan langkah yang sama.AMIEN. [Khotjang GKJ-Juli 2026].