AIR HIDUP YANG MEMULIHKAN CIPTAAN
(Yohanes 4: 10) Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
“ Salam sejahtera, kasih karunia dan berkat dari Tuhan Yesus bagi saudara sekalian “
Peristiwa Kristus bukan hanya kabar sukacita tentang keselamatan pribadi manusia, melainkan juga kabar pembaruan bagi seluruh ciptaan. Sejak awal, Allah menciptakan dunia ini baik adanya, penuh dengan air kehidupan, udara segar, tanah subur, serta keseimbangan yang menopang kehidupan. Namun, dosa manusia membuat ciptaan mengalami kerusakan: air menjadi sumber sengketa, tanah menjadi tandus, dan relasi antar manusia menjadi retak. Dalam Minggu Prapaskah ke-3 ini, kita diajak merenungkan bagaimana Allah menyediakan air sebagai lambang kehidupan di tengah situasi kekeringan, penderitaan, dan perpecahan.
Demikian juga mempersiapkan diri dengan menghayati karya Kristus Sang Sumber “Air Hidup” yang memulihkan relasi manusia dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Kebangkitan Kristus memperbarui dunia yang haus: dunia yang dilanda kerusakan lingkungan, krisis air, perpecahan sosial, dan kekeringan rohani. Berita yang hendak disampaikan adalah bahwa iman kepada Kristus tidak boleh berhenti pada keyakinan pribadi, melainkan harus berbuah dalam tindakan nyata. Jika kita sungguh telah menerima air hidup dari Kristus, maka hidup kita dipanggil untuk menjadi saluran air itu bagi orang lain dan bagi ciptaan. Dalam dunia yang dipenuhi dengan keserakahan dan eksploitasi alam, gereja harus menjadi saksi kasih Allah dengan menjaga bumi sebagai rumah bersama. Air hidup dari Kristus memberi kita arah hidup baru yaitu hidup yang penuh kasih, adil, dan peduli. Dengan demikian, Injil bukan hanya kabar keselamatan bagi jiwa, tetapi juga kabar pembebasan bagi mereka yang tertindas, pemulihan bagi ciptaan yang rusak, dan pengharapan bagi generasi yang akan datang.
Jemaat yang percaya pada kebangkitan Kristus dipanggil untuk ikut serta menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di bumi ini melalui kesetiaan beribadah, ketaatan merawat lingkungan, dan keberanian bersaksi tentang kasih Kristus yang mengalir bagi semua.
Dengan demikian, khotbah Minggu ini bukan hanya bicara tentang pemenuhan kebutuhan rohani, tetapi juga tentang peran serta konkret kita dalam menghadirkan tanda-tanda kebangkitan: air bersih yang dijaga, tanah yang dipelihara, hutan yang dirawat, serta relasi antar manusia yang dipulihkan dalam kasih Kristus.AMIEN. [sp].