MENGIKUT KRISTUS YANG BANGKIT, DALAM KARYA PEMULIHAN ALLAH.
(Yohanes 20:21-22) Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.
“ Salam sejahtera…damai dari Tuhan Yesus ada pada saudara sekalian “
Saat ini kita memasuki Minggu Paskah II. Perayaan ini mengingatkan kita akan gambaran kondisi dunia yang sedang kita hidupi. Tuhan menciptakan alam semesta dengan sempurna, segala sesuatu yang ada di dalamnya sungguh amat baik. Namun, kenyataan kini menunjukkan bahwa dunia mengalami banyak kekurangan. Realitasnya terjadi kerusakan lingkungan dan krisis kemanusiaan. Ketidakutuhan ini mencerminkan adanya kehilangan yang mendalam, baik dalam ciptaan maupun dalam kehidupan manusia.
Kondisi ketidakutuhan juga dialami para murid setelah kematian Yesus. Mereka kehilangan rasa aman, merasa hidup tanpa arah dan tercerai-berai. Mereka berkumpul dalam kondisi penuh ketakutan. Salah seorang murid, Tomás yang disebut Didimus. Ia tidak hadir ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid pasca kebangkitan-Nya. Ketiadaannya melambangkan hilangnya pengharapan, imannya pun perlahan memudar. Dalam situasi itulah, Yesus yang bangkit hadir di tengah mereka dengan membawa damai sejahtera dan memulihkan mereka. Ia menampakkan diri, menghembuskan Roh Kudus, serta menguatkan batin para murid-Nya. Kebangkitan Kristus menjadi tanda bahwa Allah tidak membiarkan manusia hidup dalam kehilangan arah. Kehadiran-Nya membawa pengharapan baru, memulihkan iman, dan meneguhkan hati. Dengan keyakinan itulah kita merayakan Paskah bahwa Kristus yang bangkit menjadi sumber kehidupan. Namun, perayaan ini sekaligus mengajak kita untuk jujur menatap kenyataan dunia saat ini. Dunia yang kita huni belum sepenuhnya utuh, adanya kerusakan lingkungan, penderitaan, dan kehilangan pengharapan masih nyata di hadapan kita.
Karena itu, tema Minggu Paskah ini mengundang kita untuk ambil bagian dalam karya pemulihan Allah dan menjadi agen perubahan untuk membarui ciptaan Allah. Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk mengikut Yesus menjadi saksi pengharapan, membawa damai, serta menghadirkan kehidupan yang lebih utuh di tengah dunia yang rapuh. Dengan demikian, iman kita tidak berhenti pada perayaan, tetapi mewujud nyata dalam tindakan yang menghidupkan sesama. A MI E N.[mpp2026]