KOMITMEN UNTUK BERUBAH
(Minggu Transfigurasi)
(Matius 17:2, 5) 2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
“ Salam sejahtera, damai dan kasih Tuhan Yesus bagi saudara sekalian “
Minggu Transfigurasi adalah hari Minggu dalam kalender gerejawi Kristen yang memperingati peristiwa `Yesus dimuliakan di atas gunung,` ketika wajah-Nya bercahaya dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau di hadapan tiga murid-Nya (Matius 17:1–8; Markus 9:2–8; Lukas 9:28–36). Peristiwa ini disebut Transfigurasi (dari kata Latin transfiguratio: perubahan rupa). Dalam peristiwa itu, Yesus menampakkan kemuliaan Ilahi-Nya, dan terdengar suara dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Matius 17:5).Tujuan: Umat diajak untuk menyadari bahwa kemuliaan Allah bersifat tak terbatas dalam hal apa pun dan untuk siapa pun. Peristiwa transfigurasi menyemangati umat untuk melakukan perubahan secara terus-menerus, menuju kebiasaan sehari- hari yang lebih baik dan sesuai dengan Kehendak Allah.
Matius 17: 1-9 Ayat 2 dalam bacaan ini kita kenal dengan peristiwa transfigurasi. Di mana tampak oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes bahwa Yesus berubah rupa dan pakaian-Nya pun putih berkilauan. Peristiwa ini ingin menunjukkan Keilahian Yesus, sekaligus dalam rangka memberi penguatan terhadap para murid menjelang penderitaan yang sebentar lagi akan dialami-Nya. Ada beberapa kalimat kunci dalam peristiwa transfigurasi ini. (Ayat 4) menceritakan bahwa Petrus ingin membangun kemah; Dengarkanlah Dia (ayat 5); Berdirilah, jangan takut! (ayat 7); dan Jangan menceritakan ini semua sebelum Anak Manusia dibangkitkan (ayat 9).
Kemuliaan Allah tidak dapat dibatasi dengan keadaan bahkan piranti apa pun. Namun kemuliaan tersebut dapat dijangkau dengan ketaatan dalam mengikut-Nya. Dalam hal ini bagi kita memberi pesan supaya jemaat itu berkomitment untuk bersedia senantiasa memperbaiki perilaku sampai menjadi lebih baik sepanjang masa hidupnya di bumi, tentu hal ini merupakan dambaan bagi setiap orang. Walaupun dalam kenyataan dan panjangnya peziarahan hidup ini tentu akan bertemu dengan segala sesuatu yang disebut hambatan. Namun percaya bahwa Kemuliaan Allah turut hadir nyata di dalam seluruh rangkaian perjalanan peziarahan tersebut. Sehingga seseorang akan terus mempunyai harapan untuk dapat mencapai tujuan yang didambakannya, yaitu hidup yang senantiasa memancarkan cahaya kemuliaan TUHAN. AMIEN. [sp].