KRISTUS, RAJA YANG MEMBAWA KESELAMATAN
(Lukas 23:35) Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”
“ Salam sejahtera…damai dan kasih karunia dari Tuhan Yesus menyertai saudara sekalian “
Minggu Kristus Raja adalah penutup tahun liturgi, yang menegaskan kesejatian Yesus Kristus sebagai Raja Semesta Alam yang membawa keselamatan bagi umat manusia. Kesejatian Yesus sebagai Sang Mesias, Tunas Daud, itu sudah dinubuatkan oleh para nabi di masa Perjanjian Lama. Allah, di dalam Sang Kristus, bukanlah hanya seorang raja yang memerintah dan menguasai semesta, melainkan juga yang mengayomi, membimbing, dan merengkuh umat Allah di dalam kebenaran dan keadilan. Dengan beriman dan mengikut Kristus, Sang Raja, kita dirangkul dalam keselamatan yang dibawa-Nya. Di dalam iman dan pengharapan kepada Kristus, kita dikuatkan dan dilindungi dalam menjalani ziarah kehidupan di dunia.
Demikian pula halnya dengan gereja yang adalah milik Tuhan, tentu dipimpin dan diperlengkapi untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia, baik di masa kini maupun di masa depan. Mengakhiri tahun liturgi kali ini, umat Allah diajar untuk tetap mengandalkan Allah sebagai pemimpin kehidupan. Di dalam Yesus Kristus, Raja yang membawa keselamatan, Allah senantiasa melindungi dan memberi kekuatan bagi umat-Nya untuk melanjutkan ziarah di jalan kehidupan. Kristus-lah Sang Raja! Dialah yang melindungi, menguatkan, dan menyelamatkan kita! Dari ucapan-ucapan dan dialog dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bahwa baik para pemimpin Yahudi, para prajurit Romawi, dan juga penjahat yang pertama sebenarnya telah secara tidak langsung mengucapkan bahwa Yesus berkuasa menghadirkan keselamatan. Hanya saja, ungkapan itu mereka ekspresikan sebagai ejekan atau cemoohan, bukan sebagai sebuah pengakuan.
Ironisnya, penjahat kedua, yang membela Yesus dari cemoohan dengan menyatakan ketidakbersalahan-Nya, justru tidak meminta dirinya diselamatkan dari hukuman yang keji itu. Ia hanya meminta Yesus untuk mengingat dia (bukan menyelamatkannya, karena dia sadar, sudah sepatutnya dia dihukum mati). Dan dari mulut penjahat kedua ini pula muncul pengakuan bahwa Yesus adalah raja, ketika dia berkata, “… apabila Engkau masuk kerajaan-Mu.” Saudaraku, dalam karya salib Kristus kita mendapatkan keselamatan sejati. Melalui pengurbanan diri-Nya, kita menemukan sosok Raja yang membawa keselamatan, yang bukan hanya menjaga dan melindungi, tetapi juga mau berkurban. Dalam Kristus Yesus kita menemukan sosok diri Allah yang memimpin, mempersatukan, dan menyelamatkan umat-Nya. Tuhanlah yang akan menyediakan apa yang diperlukan gereja saat ini dan di masa depan – baik kebutuhan finansial, kebutuhan daya dan talenta pelayanan, serta kebutuhan-kebutuhan lain.
Gereja harus terus menjadikan Kristus pemimpin kehidupan bergereja dengan segala dinamikanya. Mengakhiri tahun liturgis gereja kali ini, sebelum kita menyongsong Masa Adven yang penuh pengharapan, mari kita menyerukan keyakinan iman kita: “Kristus-lah Sang Raja! Dialah yang melindungi, menguatkan, dan menyelamatkan kita!” Amin.