RENUNGAN WARTA GEREJA GKJ KLATEN MINGGU, 12 OKTOBER 2025

TERSUNGKUR, LALU BERSYUKUR

15  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16  lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

“ Salam sejatera, kasih karunia dan damai dari Tuhan Yesus Kristus ada pada saudara sekalian “

Memasuki Minggu ke-2 dibulan keluarga ini; renungan Firman ini akan  mengajak supaya setiap keluarga Kristen mampu menghadapi problematika keluarga dan menghadapinya dengan dasar nilai-nilai kehidupan iman Kristen yang tengah dihidupinya. Keluarga semakin didorong mampu menghadapi semua bentuk krisis kehidupan yang mengguncang hidup keluarga Kristen ini dengan sepenuhnya mengandalkan nilai iman Kristen yang dipercayainya. Karena keluarga Kristen itu sesungguhnya adalah `gereja kecil` ditengah masyarakat bahkan dunia. Jadi dengan mengasah ketangguhan keluarga Kristen terhadap berbagai promblematika dalam hidup ini, maka gereja juga akan hadir sebagai kehidupan yang tangguh dan selamat dari segala bentuk goncangan dunia.

Keluarga Kristen itu juga memiliki peran sebagai  “ ecclesia domestica” yang artinya keluarga Kristen menjalankan hidup sebagai `gereja kecil` yang menerapkan nilai-nilai hidup `eklesial` dalam keluarga, yaitu gereja yang hidup didalam keluarga dan keluarga yang menghidupi nilai-nilai gereja; hidup berdasarkan iman, kasih, dan pengharapan.  Sampai menjadi keluarga Kristen yang menjadikan iman sebagai kekuatan dan penopang seluruh sendi kehidupannya. Dengan berperilaku sebagai “eccelsia domestica” maka didalam rumah tangga Kristen akan membangun watak dan karakter dasar kekristenan dalam setiap sendi hidupnya : hidup berdasarkan iman, melaksanakan nilai-nilai hidup luhur: kasih, sukacita, mengampuni, dan kehidupan yang selalu bersyukur. Hidup dalam rasa syukur ini, memiliki korelasi yang sangat dekat dengan pemahaman bahwa keluarga adalah ‘gereja kecil’. Korelasinya terletak pada kemauan keluarag dan seluruh anggotanya itu menjunjung semangat hidup kristen yang dijalani dan di manifestasikan dalam perbuatan setiap individu keluarga masing-masing.

Hidup bersyukur menjadi perwujudan nilai gereja di dalam keluarga, karena didalam syukur ada hubungan positif antara manusia dengan Tuhan dalam menanggapi semua kebaikan dan kemurahan yang dinyatakan Tuhan atas setiap pribadi di dalam keluarga tersebut. Kesembuhan dan pemulihan adalah salah satu kemurahan yang banyak dicurahkan Tuhan bagi pribadi umat-Nya. Atas hal ini diingatkan bahwa tidak semua sangup menerima dan menanggapi berkat itu dengan tepat. Bahkan melalaikan berkat. Seperti bacaan Injil ini membuktikan dengan nyata, ada sepuluh orang kusta yang telah sembuh dan ditahirkan oleh Tuhan Yesus; namun ternyata menghidupi gereja dalam keluarga dengan menyatakan syukur, hanya terjadi pada satu orang saja. Sembilan orang kusta lainnya tidak kembali untuk mengucap syukur kepada sang pembuat kesembuhan. Mari hidupi nilai gereja berupa sujud dan syukur kepada Tuhan, dari wujud ini akan mengalir wujud-wujud kehidupan gereja lain yang lebih agung dan mulia. AMIEN.