MENJADI BERKAT BAGI SESAMA
13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
“ Salam sejahtera, kasih karunia dan damai dari Tuhan Yesus ada pada saudara “
Dalam Injil Lukas 14:1, 7-14, Yesus mengajarkan tentang kerendahan hati dan kepedulian kepada orang lain. Ia menegur sikap orang yang hanya mencari tempat terhormat dalam perjamuan, lalu menekankan bahwa yang layak ditinggikan adalah mereka yang merendahkan diri (ay. 11). Hal ini mengingatkan kita bahwa menjadi berkat tidak dimulai dari hal-hal besar, tetapi dari hati yang rendah dan rela menempatkan sesama di atas kepentingan diri sendiri. Rasul Paulus pun menegaskan, “Janganlah kamu masing-masing hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:4).
Yesus juga mengajarkan agar kita tidak hanya berbuat baik kepada mereka yang bisa membalas kebaikan kita, melainkan kepada mereka yang tidak mampu membalas sama sekali (Luk. 14:12-14). Inilah panggilan iman: memberi dengan tulus tanpa pamrih. Memberi waktu, perhatian, tenaga, bahkan harta bukan untuk memperoleh penghormatan, melainkan sebagai wujud kasih Kristus yang lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Hidup yang demikian akan memancarkan terang di tengah dunia, sesuai firman-Nya: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16).
Karena itu, mari kita menjalani hari-hari dengan kesadaran bahwa setiap pertemuan, pekerjaan, dan pelayanan adalah kesempatan untuk menjadi saluran berkat. Saat kita mengulurkan tangan kepada yang lemah, menghibur yang berduka, atau sekadar menunjukkan kepedulian kecil kepada sesama, kita sedang menghadirkan kasih Allah yang nyata. Firman Tuhan berkata, “Dan janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9). Semoga hidup kita senantiasa dipakai Tuhan untuk memuliakan nama-Nya melalui berkat yang kita bagikan kepada sesama. AMIEN.[sp]